Apa itu Cisco Express Forwarding (CEF)

Cisco Express Forwarding atau CEF merupakan Cisco Proprietary Protocolyang digunakan oleh perangkat Cisco untuk menentukan rute dari suatu packet (packet forwarding) secara optimal. Sebelum memahami lebih jauh mengenai CEF kita perlu mengetahui terlebih dahulu mengenai RIB, FIB dan Adjacency Table.

RIB atau Routing Information Base merupakan tabel routing yang terdapat pada setiap protocol routing yang diaplikasikan pada perangkat. Sebagai contoh, apabila kita menerapkan OSPF, EIGRP, ISIS ataupun static routing maka tiap-tiap perangkat tersebut memiliki tabel nya masing-masing (OSPF memiliki tabel RIB nya, EIGRP punya tabel RIB, dst).

Akan tetapi, kita juga perlu tahu bahwa setiap protocol tidak memiliki kedudukan yang sama. Kedudukan ini akan berpengaruh dalam proses penerusan paket pada router. Kedudukan ini ditentukan oleh administrative distancedari protokol tersebut. Protocol dengan AD yang lebih kecil akan lebih dipilih dalam proses routing ketimbang protocol dengan nilai AD yang besar. Adapun daftar AD tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Route SourceDefault Distance Values
Connected interface0
Static route1
Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP) summary route5
External Border Gateway Protocol (BGP)20
Internal EIGRP90
Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)100
Open Shortest Path First (OSPF)110
Intermediate System-to-Intermediate System (IS-IS)115
Routing Information Protocol (RIP)120
Exterior Gateway Protocol (EGP)140
On Demand Routing (ODR)160
External EIGRP170
Internal BGP200
Unknown*255

Sumber : Dokumentasi Cisco1

Lantas, dengan banyaknya tabel RIB yang ada, bagaimana suatu router menentukan routing optimal ketika meneruskan suatu paket? Apakah router akan melihat masing-masing RIB terlebih dahulu sebelum membuat keputusan?

Jawabannya adalah tidak. Untuk itulah FIB (Forwarding Information Base) ada. Tabel ini merupakan tabel hasil olahan dari router setelah mempertimbangkan AD yang ada pada setiap protokol yang digunakan sehingga source dan destination yang ada pada tabel ini merupakan hasil dari perhitungan yang optimal.

Alur Pembuatan FIB Table2

Selanjutnya adalah Adjacency Table. Kalau sebelumnya baik RIB dan FIB mencatat bagian L3 dari suatu paket maka Adjacency Table mencatat penerusan suatu paket dari sisi L2. Tabel tersebut berisi mengenai IP next hop,source mac address dari interface yang akan diteruskan (egress) dan destination address hop / end device. Jadi contoh tabelnya adalah sebagai berikut.

Contoh Adjacency Table 3

Dengan mengetahui kedua table tersebut selanjutnya dibentuklah penerusan paket secara optimal menggunakan CEF. Proses dimulai dari pencarian next-hop menggunakan tabel FIB, kemudian penentuan melalui interface mana paket tersebut akan diteruskan serta diteruskan ke perangkat “tetangga” (adjacent) yang mana. Proses tersebut secara lengkap dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Alur Paket dengan Protocol CEF4

  1. https://www.cisco.com/c/en/us/support/docs/ip/border-gateway-protocol-bgp/15986-admin-distance.html ↩︎
  2. https://www.dasblinkenlichten.com/rib-and-fib-understanding-the-terminology/ ↩︎
  3. http://www.patrickdenis.biz/blog/1-1-b-i-rib-fib-lfib-adjacency-table/ ↩︎
  4. http://www.patrickdenis.biz/blog/1-1-b-i-rib-fib-lfib-adjacency-table/ ↩︎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *